Prayitno dan
Amti (2013) menyebutkan bahwa tujuan umum bimbingan konseling adalah
“untuk
membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap
perkembangan dan predisposisi yang dimiliknya (seperti kemampuan dasar dan
bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada (seperti latar belakang
keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi), serta sesuai dengan tuntuntan
positif lingkungannya.” Dalam mencapai tujuan tersebut, para konselor
menggunakan berbagai pendekatan, salah satunya pendekatan ilmiah. Pendekatan
ini harus berdasar pada hal-hal objektif, tidak spekulatif, dan dapat dicek
atau dibuktikan oleh orang lain (Walgito, 2004). Oleh sebab itu, layanan
bimbingan dan konseling membutuhkan data-data yang relevan untuk menjamin
keabsahan dan keilmiahan aktivitasnya sehingga informasi-informasi yang
disampikan dalam layanan bimbingan dan konseling dapat dipertangunggjawabkan.
Lebih lanjut, Walgito (2004) menyebutkan bahwa layanan bimbingan konseling yang
baik akan terwujud setelah data individu yang akan dibimbing terkumpul.
1. Pengertian
Data
Data adalah
kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka,
lambang atau sifat (Pengertian Ahli, 2013). Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia versi online, data diartikan sebagai keterangan yang benar dan nyata,
dan sebagai keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian
(analisis atau kesimpulan). Data merupakan informasi atau keterangan yang sifatnya
benar dan nyata dan diperoleh dari suatu pengamatan.
Implikasinya,
data harus sesuai dengan kenyataan sesungguhnya. Data yang baik harus terjamin
kebenarnya (reliable), tepat waktu
dan mampu memberikan gambaran yang jelas dan menyeluruh dari suatu masalah atau
keadaan atau objek. Data yang baik digunakan sebagai bahan analisis dan
penarikan kesimpulan. Oleh sebab itu, data yang tidak baik tidak dapat
digunakan sebagai bahan analisis dan penarikan kesimpulan.
Data dalam
layanan bimbingan dan konseling haruslah terjamin kebenarnya, karena layaknya
data pada umumnya, data dalam layanan bimbingan dan konseling akan dianalisis
untuk kepentingan layanan. Data dalam layanan bimbingan dan konseling juga
didapatkan dengan salah satu caranya pengamatan. Selain itu, data diperoleh
menggunakan berbagai teknik yang akan dijelaskan di bagian selanjutnya.
2. Jenis-Jenis
Data dalam Layanan BK
Layanan
Bimbingan dan Konseling mengunakan beberapa jenis data. Data-data tersebut
berkaitan dengan siswa, lingkungan sekolah, dan instansi-instansi di luar
sekolah. Berikut ini adalah pemamparan beberapa jenis data yang dikemukakan
oleh para ahli.
Jenis-jenis
data menurut Tohirin (2014) dibagi menjadi dua yaitu:
2.1.
Data
psikologis
Data
psikologis berkaitan dengan hal-hal kejiwaan dari siswa. Data ini meliputi data
kemampuan intelektual, bakat khusus, arah minat, cita-cita hidup, dan
sifat-sifat kepribadian.
2.2.
Data sosial
Segala data
yang berkaitan dengan kehidupan sosial siswa termasuk dalam data sosial. Data ini
meliputi latar belakang keluarga siswa, status sosial siswa di sekolah, dan
lingkungan sosial siswa.
Prayitno dan
Amti (2013) mengkategorikan data menjadi dua jenis, yaitu: data pribadi dan
data umum. Selanjutnya, mereka menyebutkan jenis data ketiga yaitu data
kelompok, dan mereka mengganggap data kelompok sebagai bagian dari data umum
karena sifat umum dari data kelompok.
2.1.
Data pribadi
Data pribadi
merupakan data yang berkaitan dengan seorang individu atau siswa. Data pribadi
harus dijaga kerahasiaannya agar tidak dapat digunakan oleh orang-orang yang
tidak bertanggung jawab dan agar privasi siswa dapat terjaga. Data pribadi
perlu diperbarui setiap tahunnya karena data selalu berubah (bersifat dinamis).
Data pribadi siswa bersumber dari siswa yang bersangkutan. Data ini mencakup
beberapa hal yaitu:
2.1.1. Identitas
pribadi: termasuk nama, gelar atau nama panggilan, tempat dan tanggal lahir,
alamat, kewarganegaraan, agama;
2.1.2. Latar
belakang rumah dan keluarga
2.1.3. Kemampuan
mental, bakat dan kondisi kepribadian
2.1.4. Sejarah
pendidikan, hasil belajar, nilai-nilai mata pelajaran
2.1.5. Hasil tes
diagnostik: berupa data-data kelebihan dan kekurang siswa dalam mata pelajaran
atau subjek lain misalnya sikap.
2.1.6. Sejarah
kesehatan
2.1.7. Pengalaman
ekstrakulikuler dan kegiatan di luar sekolah
2.1.8. Minat dan
cita-cita pendidikan dan pekerjaan/jabatan
2.1.9. Prestasi
khusus yang pernah diperoleh
Data pribadi
siswa yang telah didperoleh, kemudian, dapat dihimpun dalam bentuk kartu pribadi
siswa.
2.2.
Data umum
Data umum
adalah data yang menyangkut berbagai informasi dan berbagai hal tentang
“lingkungan yang lebih luas”. Lingkungan yang lebih luas yang dimaksud adalah
lembaga-lembaga di luar sekolah yang dapat dimanfaatkan siswa untuk menunjang
potensinya. Data-data umum biasanya dipakai untuk layanan orientasi dan
informasi, penempatan dan penyaluran. Data umum meliputi informasi
pendidikan/jabatan, artikel tentang pendidikan dan jabatan, pengumuman mengenai
penerimaan program pendidikan/latihan atau jabatan/pekerjaan tertentu. Sumber
data-data umum adalah lembaga pendidikan dan industri atau kantor yang
bersangkutan. Data umum biasanya berbentuk buku, kumpulan leaflet, klipping,
dan sebagainya.
2.3.
Data
kelompok
Data
kelompok adalah data tentang berbagai aspek perkembangan dan kehidupan sejumlah
siswa atau individu. Data ini meliputi data hubungan sosial antar individu,
sebaran prestasi belajar, kondisi kebersamaan dan kerja sama dalam kelompok,
dan lain-lain. Data kelompok bersumber dari siswa. Data kelompok dapat ditulis
dalam bentuk diagram, sosiogram, tabel, dan lain-lain.
0 comments: