Friday, April 17, 2020

Definisi, Tujuan dan Dasar Pelaksanaan BK Karir di Sekolah


1.    DEFINISI BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR DI SEKOLAH
Bimbingan dan konseling karir merupakan bagian atau salah satu wujud kegiatan atau program
umum bimbingan dan konseling di sekolah. Sedangkan bimbingan dan konseling adalah bagian integral dari pendidikan, maka bimbingan dan konseling karir merupakan bagian dari penyelenggaraan kurikulum sekolah. Pendapat Munandir (1996:246) bahwa bimbingan dan konseling karir di sekolah untuk melayani semua siswa. Jadi, tidak hanya ditujukan untuk segolongan siswa tertentu saja, yaitu siswa yang bermasalah karir. Misalnya dalam hal mendapatkan informasi kerja, merupakan kebutuhan semua siswa, meskipun barangkali siswa tertentu tidak merasakan adanya kebutuhan akan hal tersebut.
Rahma, Ulifa (2010 : 15), berpendapat bahwa Bimbingan karir adalah kegiatan dan layanan bantuan kepada para siswa dengan tujuan untuk memperoleh penyesuaian diri, pemahaman tentang dunia kerja dan pada akhirnya mampu menentukan pilihan kerja dan menyusun perencanaan karir untuk masa depan.
Sedangkan bimbingan karir menurut Winkel (1997 : 124) ialah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan, memilih lapangan pekerjaan atau jabatan profesi tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan yang telah di masuki.
Nurihsan, AJ (2006 : 16) mengemukakan bahwa Bimbingan karir merupakan layanan pemenuhan kebutuhan perkembangan individu sebagai bagian integral dari program pendidikan. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif, afektif, ataupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang positif. Sedangkan Yusuf, SLN (2005 : 12) Lebih lanjut dengan layanan bimbingan karir individu mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna.
Layanan bimbingan karir dari seorang konselor sangat diperlukan dalam usaha memberikan arahan dan petunjuk kepada siswa dalam menentukan karir di masa mendatang.

2.    DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR DI SEKOLAH
Dalam pelaksanaan layanan bimbingan karir di sekolah kepada setiap pendidik di tuntut untuk memahami dengan mendalam dan seksama mengenai dasar-dasar, atau pokok-pokok pikiran yang melandasi pelaksanaan layanan bimbingan karir di sekolah.
Menurut Sukardi (1984 : 27-29), Dasar-dasar, atau pokok pikiran yang melandasi bimbingan karir di sekolah, di antaranya:
1) Perkembangan anak didik menuntut kemampuan melaksanakan tugas-tugas perkembangan.
2) Sebagian besar hidup manusia berlangsung dalam dunia kerja.
3) Bimbingan karir diperlukan agar menghasilkan tenaga pembangunan yang cukup dan terampil dalam melakukan pekerjaan untuk pembangunan.
4) Bimbingan karir diperlukan didasarkan bahwa setiap pekerjaan atau jabatan menuntut persyaratan tertentu untuk melaksanakannya. Pekerjaan atau jabatan itu pun menuntut persyaratan-persyaratan tertentu dari individu-individu yang melaksanakannya.
5) Bimbingan karir di laksanakan di sekolah atas dasar kompleksitas masyarakat dan dunia kerja.
6) Manusia mampu berfikir secara rasional.
7) Bimbingan karir di landaskan pada nilai-nilai dan norma-norma yang tercakup dalam falsafah pancasila.
8) Bimbingan karir menjunjung tinggi nilai-nilai martabat manusia baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

3.    TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR DI SEKOLAH
Menurut Ahmadi (1991 : 175) tujuan Umum Bimbingan karir di sekolah adalah membantu peserta didik agar memperoleh pemahaman dan penyesuaian diri dalam hubungannya dengan masalah-masalah pekerjaan. 23
Adapun tujuan khusus dari bimbingan karir untuk Sekolah Menengah adalah :
1) Siswa dapat membedakan lebih terinci sifat-sifat kepribadiannya (kemampuan, bakat khusus, minat, nilai, dan sifat-sifat kepribadiannya) dan mampu melihat perbedaannya dengan orang lain. Selanjutnya ia dapat mengidentifikasikan daerah dan tingkatan pekerjaan yang luas yang mungkin sesuai dengan dirinya.
2)  Siswa dapat membedakan bermacam-macam dunia pendidikan yang tersedia, yang dapat memberikan latihan persiapan untuk pekerjaan mendatang. Informasi ini dapat meliputi sifat serta tujuan setiap pendidikan yang tersedia, kesempatan mendapatkannya, dan perkiraan tentatif mengenai apa yang tersedia baginya sebagai kemungkinan pilihan pekerjaannya di kemudian hari.
3)  Siswa mampu mengidentifikasikan keputusan mendatang yang harus ia putuskan dengan maksud untuk mencapi tujuan-tujuan tertentu yang berbeda
4)  Siswa dapat membedakan di antara banyak pekerjaan dalam pengertian:
a)    Sejumlah jenis pendidikan yang di butuhkan untuk persiapan memasuki dunia pekerjaan.
b)    Isi, alat, letak, produksi atau pelayanan pekerjaan – pekerjaan itu.
c)    Nilai pekerjaan itu bagi masyarakat.
5)  Siswa dapat memilih atau menyelesaikan pendidikan atau latihan dengan dasar pilihan karirnya.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu, 1991. Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Jakarta : Rineka Cipta.
Nurihsan, Achmad Juntika, 2006. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan, Bandung : PT. Refika Aditama.
Sukardi, Dewa Ketut, 1984, Bimbingan Karir di Sekolah-Sekolah, Denpasar : GI.
Winkel,W.S. 1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Jakarta: PT. Gramedia Jakarta
Yusuf, Syamsu, 2005. Landasan Bimbingan dan Konseling, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Previous Post
Next Post

0 comments: