1.
DEFINISI
BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR DI SEKOLAH
Bimbingan dan konseling karir merupakan bagian atau salah
satu wujud kegiatan atau program
umum bimbingan dan konseling di sekolah.
Sedangkan bimbingan dan konseling adalah bagian integral dari pendidikan, maka
bimbingan dan konseling karir merupakan bagian dari penyelenggaraan kurikulum
sekolah. Pendapat Munandir (1996:246) bahwa bimbingan dan konseling
karir di sekolah untuk melayani semua siswa. Jadi, tidak hanya ditujukan untuk
segolongan siswa tertentu saja, yaitu siswa yang bermasalah karir. Misalnya
dalam hal mendapatkan informasi kerja, merupakan kebutuhan semua siswa,
meskipun barangkali siswa tertentu tidak merasakan adanya kebutuhan akan hal
tersebut.
Rahma, Ulifa (2010 : 15), berpendapat bahwa Bimbingan
karir adalah kegiatan dan layanan bantuan kepada para siswa dengan tujuan untuk
memperoleh penyesuaian diri, pemahaman tentang dunia kerja dan pada akhirnya
mampu menentukan pilihan kerja dan menyusun perencanaan karir untuk masa depan.
Sedangkan
bimbingan karir menurut Winkel (1997 : 124) ialah bimbingan dalam mempersiapkan
diri menghadapi dunia pekerjaan, memilih lapangan pekerjaan atau jabatan
profesi tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan yang telah di
masuki.
Nurihsan,
AJ (2006 : 16) mengemukakan bahwa Bimbingan karir merupakan layanan pemenuhan
kebutuhan perkembangan individu sebagai bagian integral dari program
pendidikan. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif,
afektif, ataupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang
positif. Sedangkan Yusuf, SLN (2005 : 12) Lebih lanjut dengan layanan bimbingan
karir individu mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan
bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan
dirinya secara bermakna.
Layanan
bimbingan karir dari seorang konselor sangat diperlukan dalam usaha memberikan
arahan dan petunjuk kepada siswa dalam menentukan karir di masa mendatang.
2.
DASAR
BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR DI SEKOLAH
Dalam
pelaksanaan layanan bimbingan karir di sekolah kepada setiap pendidik di tuntut
untuk memahami dengan mendalam dan seksama mengenai dasar-dasar, atau
pokok-pokok pikiran yang melandasi pelaksanaan layanan bimbingan karir di
sekolah.
Menurut
Sukardi (1984 : 27-29), Dasar-dasar, atau pokok pikiran yang melandasi
bimbingan karir di sekolah, di antaranya:
1) Perkembangan
anak didik menuntut kemampuan melaksanakan tugas-tugas perkembangan.
2) Sebagian
besar hidup manusia berlangsung dalam dunia kerja.
3) Bimbingan
karir diperlukan agar menghasilkan tenaga pembangunan yang cukup dan terampil
dalam melakukan pekerjaan untuk pembangunan.
4) Bimbingan
karir diperlukan didasarkan bahwa setiap pekerjaan atau jabatan menuntut persyaratan
tertentu untuk melaksanakannya. Pekerjaan atau jabatan itu pun menuntut
persyaratan-persyaratan tertentu dari individu-individu yang melaksanakannya.
5) Bimbingan
karir di laksanakan di sekolah atas dasar kompleksitas masyarakat dan dunia
kerja.
6) Manusia
mampu berfikir secara rasional.
7) Bimbingan
karir di landaskan pada nilai-nilai dan norma-norma yang tercakup dalam
falsafah pancasila.
8) Bimbingan
karir menjunjung tinggi nilai-nilai martabat manusia baik sebagai individu
maupun sebagai anggota masyarakat.
3.
TUJUAN
BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR DI SEKOLAH
Menurut
Ahmadi (1991 : 175) tujuan Umum Bimbingan karir di sekolah adalah membantu
peserta didik agar memperoleh pemahaman dan penyesuaian diri dalam hubungannya dengan
masalah-masalah pekerjaan. 23
Adapun
tujuan khusus dari bimbingan karir untuk Sekolah Menengah adalah :
1) Siswa
dapat membedakan lebih terinci sifat-sifat kepribadiannya (kemampuan, bakat
khusus, minat, nilai, dan sifat-sifat kepribadiannya) dan mampu melihat
perbedaannya dengan orang lain. Selanjutnya ia dapat mengidentifikasikan daerah
dan tingkatan pekerjaan yang luas yang mungkin sesuai dengan dirinya.
2) Siswa
dapat membedakan bermacam-macam dunia pendidikan yang tersedia, yang dapat
memberikan latihan persiapan untuk pekerjaan mendatang. Informasi ini dapat
meliputi sifat serta tujuan setiap pendidikan yang tersedia, kesempatan
mendapatkannya, dan perkiraan tentatif mengenai apa yang tersedia baginya
sebagai kemungkinan pilihan pekerjaannya di kemudian hari.
3) Siswa
mampu mengidentifikasikan keputusan mendatang yang harus ia putuskan dengan
maksud untuk mencapi tujuan-tujuan tertentu yang berbeda
4) Siswa dapat
membedakan di antara banyak pekerjaan dalam pengertian:
a) Sejumlah
jenis pendidikan yang di butuhkan untuk persiapan memasuki dunia pekerjaan.
b) Isi,
alat, letak, produksi atau pelayanan pekerjaan – pekerjaan itu.
c) Nilai
pekerjaan itu bagi masyarakat.
5) Siswa
dapat memilih atau menyelesaikan pendidikan atau latihan dengan dasar pilihan
karirnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahmadi,
Abu, 1991. Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Jakarta : Rineka Cipta.
Nurihsan,
Achmad Juntika, 2006. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan, Bandung
: PT. Refika Aditama.
Sukardi,
Dewa Ketut, 1984, Bimbingan Karir di Sekolah-Sekolah, Denpasar : GI.
Winkel,W.S.
1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Jakarta: PT. Gramedia
Jakarta
Yusuf,
Syamsu, 2005. Landasan Bimbingan dan Konseling, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
0 comments: